Saturday, November 3, 2012

0 BEKERJA DENGAN FOR

Pernyataan for loop memiliki kondisi hampir mirip seperti struktur pengulangan
sebelumnya yaitu melakukan pengulangan untuk mengeksekusi kode yang sama
sebanyak jumlah yang telah ditentukan.
Ada pun bentuk umum dari penulisan for :
for (InitializationExpression; LoopCondition; StepExpression){
statement1;
statement2;
. . .
}
Dan inilah contoh program dengan for yang sudah saya buat :
package day4;

import java.util.Scanner;

/**
 *
 * @author PERSONAL
 */
public class mencobaFor {

    public mencobaFor() {
        Scanner scan = new Scanner(System.in);
        int input;
        input = scan.nextInt();

        for (int i = input; i >= 1; i--) {
            for (int j = 1; j <= input; j++) {
                if (j <= i) {
                    System.out.print("j");
                } else {
                    System.out.println(" ");
                }
            }



            for (int j = input; j >= 1; j--) {
                if (j <= i) {
                    System.out.print(j);
                } else {
                    System.out.println("");
                }
            }
            System.out.println(" ");
        }
    }

    public static void main(String[] args) {
        mencobaFor MU = new mencobaFor();
    }
}

*disini saya tidak meyertakan link download , biar anda tidak malas mengetik dan mencoba supaya tahu jika dalam program yang anda buat  terjadi kesalahan atau error.
Terima kasih semoga bermanfaat postingan dari saya .

0 ALGORITMA SORTING

Algoritma Sorting ada dua : Insertion sort dan selection sort .
Algoritma insertion sort pada dasarnya memilah data yang akan diurutkan menjadi
dua bagian, yang belum diurutkan (meja pertama) dan yang sudah diurutkan (meja
kedua). Elemen pertama diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan
kemudian diletakkan sesuai posisinya pada bagian lain dari array yang telah
diurutkan. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang
tersisa pada bagian array yang belum diurutkan.
Sedangkan jika Anda diminta untuk membuat algoritma sorting tersendiri, anda mungkin akan
menemukan sebuah algoritma yang mirip dengan selection sort. Layaknya insertion
sort, algoritma ini sangat rapat dan mudah untuk diimplementasikan.
Mari kita kembali menelusuri bagaimana algoritma ini berfungsi terhadap satu paket
kartu. Asumsikan bahwa kartu tersebut akan diurutkan secara ascending. Pada
awalnya, kartu tersebut akan disusun secara linier pada sebuah meja dari kiri ke
kanan, dan dari atas ke bawah. Pilih nilai kartu yang paling rendah, kemudian
tukarkan posisi kartu ini dengan kartu yang terletak pada pojok kiri atas meja. Lalu
cari kartu dengan nilai paling rendah diantara sisa kartu yang tersedia. Tukarkan
kartu yang baru saja terpilih dengan kartu pada posisi kedua. Ulangi langkah –
langkah tersebut hingga posisi kedua sebelum posisi terakhir dibandingkan dan
dapat digeser dengan kartu yang bernilai lebih rendah.
J.E.N.I.
Pengenalan Pemrograman 2 3
Ide utama dari algoritma selection sort adalah memilih elemen dengan nilai paling
rendah dan menukar elemen yang terpilih dengan elemen ke-i. Nilai dari i dimulai
dari 1 ke n, dimana n adalah jumlah total elemen dikurangi 1.
Sebagai contoh saya membuat algoritma insertion sort , inilah codingnya :
/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package polimorfisme;

/**
 *
 * @author PERSONAL
 */
public class sorting {

    static int[] selection(int dataAll[]) {

        for (int data1 = 0; data1 < dataAll.length; data1++) {

            int data2 = data1;
            for (int tmpData2 = data1 + 1; tmpData2 < dataAll.length; tmpData2++) {
                if (((Comparable) dataAll[data1]).compareTo(dataAll) > 0) {
                    int a = dataAll[data2];
                    dataAll[data2] = dataAll[tmpData2];
                    dataAll[tmpData2] = a;

                }

            }
        }
        return dataAll;
    }

    static int[] insertion(int[] data) {
        for (int i = 1; i < data.length; i++) {
            int j = i;
            int tmpData = data[i];
            while ((j > 0) && (data[j - 1] > tmpData)) {
                data[j] = data[j - 1];
                j--;
            }
            data[j] = tmpData;
        }
        return data;
    }

    public static void main(String[] args) {
        int data[] = new int[]{4, 3, 10, 7};
        int dataHasilSort[] = insertion(data);
        for (int i = 0; i <= dataHasilSort.length - 1; i++) {
            int j = dataHasilSort[i];
            System.out.println(j);

        }

    }
}

0 EXCEPTION HANDLING

Tahukah anda EXCEPTION ?
Exception adalah singkatan dari Exceptional Events. Kesalahan (errors) yang terjadi
saat runtime, menyebabkan gangguan pada alur eksekusi program. Terdapat
beberapa tipe error yang dapat muncul. Sebagai contoh adalah error pembagian 0,
mengakses elemen di luar jangkauan sebuah array, input yang tidak benar dan
membuka file yang tidak ada.
Seluruh exceptions adalah subclasses, baik secara langsung maupun tidak langsung,
dari sebuah root class Throwable. Kemudian, dalam class ini terdapat dua kategori
umum : Error class dan Exception class.

Menangkap exception
TRY CATCH:
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, keyword try, catch dan finally digunakan
dalam menangani bermacam tipe exception. 3 Keyword tersebut digunakan
bersama, namun finally bersifat opsional. Akan lebih baik jika memfokuskan pada
dua keyword pertama, kemudian membahas finally pada bagian akhir.
Berikut ini adalah penulisan try-catch secara umum :
try {
<code to be monitored for exceptions>
} catch (<ExceptionType1> <ObjName>) {
<handler if ExceptionType1 occurs>
}
...
} catch (<ExceptionTypeN> <ObjName>) {
<handler if ExceptionTypeN occurs>
}

Dan ini contoh program yang saya buat :

import java.io.IOException;
import java.util.InputMismatchException;
import java.util.Scanner;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates and open the template in
 * the editor.
 */
/**
 *
 * @author PERSONAL
 */
public class cobaTry {

    cobaTry2 coba;

    public cobaTry() {
        Scanner s = new Scanner(System.in);
        int a[] = new int[]{1, 2, 3, 4, 5};
        try {
            //int x = s.nextInt();
            //System.out.println(x);
            //coba.getPassword();
            for (int i = 0; i < 6; i++) {
                System.out.println(a[i]);
            }

        } catch (Exception e) {
            e.printStackTrace();
            System.out.println("Error");
        }
    }

    public static void main(String[] args) {
        cobaTry coba = new cobaTry();

    }
}

*disini juga saya tidak meyertakan link download , biar anda tidak malas mengetik dan mencoba supaya tahu jika dalam program yang anda buat  terjadi kesalahan atau error.
Terima kasih semoga bermanfaat postingan dari saya .

0 MEMBUAT SELEKSI

Membuat seleksi pada bilangan dengan menggunakan struktur if else , mungkin ini juga merupakan dasar dari pemograman java. Tapi mudah-mudahan postingan saya ini pun bermanfaat bagi anda yang ingin mempelajari java. Disini juga saya menjelaskan sedikit sedikit tentang coding yang saya buat untuk membuat pembaca lebih mengerti yang saya maksud .
package day4;

import java.util.Scanner;

/**
 *
 * @author PERSONAL
 */
public class percobaan3 {
//construktor
    public percobaan3() {
    input();
    seleksi(angka);
   
    }
    int angka;
//untuk input dan menampung angka-angka di variabel angka
    public void input() {
        Scanner asup = new Scanner(System.in);
        angka = asup.nextInt();


    }

//ini tempat untuk menyeleksi bilangan   
public int seleksi(int angka) {
        if (angka > 5) {
            System.out.println("benar");
        }else{
            System.out.println("salah");
        }
        return angka;
    }
//dan ini coding untuk merunning program
    public static void main(String[] args) {
        percobaan3 ibay = new percobaan3();
       
    }
}

*disini saya tidak meyertakan link download dan mohon di ketik kembali saja, biar anda tidak malas mengetik dan mencoba supaya tahu jika dalam program yang anda buat  terjadi kesalahan atau error.
Terima kasih semoga bermanfaat postingan dari saya .

Sunday, October 21, 2012

0 pewarisan da polimsrfisme

Pewarisan
Dalam Java, semua class, termasuk class yang membangun Java API, adalah subclasses
dari superclass Object. Contoh hirarki class diperlihatkan di bawah ini.
Beberapa class di atas class utama dalam hirarki class dikenal sebagai superclass.
Sementara beberapa class di bawah class pokok dalam hirarki class dikenal sebagai
subclass dari class tersebut.


Pewarisan adalah keuntungan besar dalam pemrograman berbasis object karena suatu
sifat atau method didefinisikan dalam superclass, sifat ini secara otomatis diwariskan dari
semua subclasses. Jadi, Anda dapat menuliskan kode method hanya sekali dan mereka
dapat digunakan oleh semua subclass.


Polimorfisme
Sekarang, class induk Person dan subclass Student dari contoh sebelumnya, kita
tambahkan subclass lain dari Person yaitu Employee. Di bawah ini adalah hierarkinya,
Dalam Java, kita dapat membuat referensi yang merupakan tipe dari superclass ke sebuah
object dari subclass tersebut. Sebagai contohnya,
public static main( String[] args )
{
Person ref;
Student studentObject = new Student();
Employee employeeObject = new Employee();
ref = studentObject; //Person menunjuk kepada
// object Student
//beberapa kode di sini
}
Sekarang dimisalkan kita punya method getName dalam superclass Person kita, dan kita
override method ini dalam kedua subclasses Student dan Employee,
public class Person
{
public String getName(){
System.out.println(“Person Name:” + name);
return name;
}
}
public class Student extends Person
{
public String getName(){
System.out.println(“Student Name:” + name);
return name;
}
}
Gambar 3: Hirarki dari class induk Person
J.E.N.I.
Pengenalan Pemrograman 1 8
public class Employee extends Person
{
public String getName(){
System.out.println(“Employee Name:” + name);
return name;
}
Kembali ke method utama kita, ketika kita mencoba memanggil method getName dari
reference Person ref, method getName dari object Student akan dipanggil. Sekarang, jika
kita berikan ref ke object Employee, method getName dari Employee akan dipanggil.
public static main( String[] args )
{
Person ref;
Student studentObject = new Student();
Employee employeeObject = new Employee();
ref = studentObject; //Person menunjuk kepada
// object Student
String temp = ref.getName(); //getName dari Student
//class dipanggil
System.out.println( temp );
ref = employeeObject; //Person menunjuk kepada
// object Employee
String temp = ref.getName(); //getName dari Employee
//class dipanggil
System.out.println( temp );
}
Kemampuan dari reference untuk mengubah sifat menurut object apa yang dijadikan acuan
dinamakan polimorfisme. Polimorfisme menyediakan multiobject dari subclasses yang
berbeda untuk diperlakukan sebagai object dari superclass tunggal, secara otomatis
menunjuk method yang tepat untuk menggunakannya ke particular object berdasar
subclass yang termasuk di dalamnya.

bisa dilihat hasil kerjaan saya disekolah : http://www.mediafire.com/?r0i8vr9sajai7ra

Thursday, October 18, 2012

0 MEMBUAT DESAIN GRAFIS DENGAN JAVA


 



Mungkin pada bagian rumah dan android yg cukup rumit .. menggambar desain grafis dengan java juga perlu feeling dan perhitungan matematika yang baik .
dan inilah script yang saya buat di neatbeans :

import java.awt.Canvas;
import java.awt.Color;
import java.awt.Frame;
import java.awt.Graphics;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/**
 *
 * @author PERSONAL
 */
public class day10 extends Canvas {
    public void paint(Graphics g){
       
        for (int i = 0; i < 900; i++) {
          int x[] = {530, 650, 400};
        int y[] = {250, 430, 430};
        //background
        g.setColor(Color.blue);
        g.fillRect(0, 0, 900, 900);
        //matahari
         g.setColor(Color.yellow);
            g.fillOval(200, 50+i, 100, 100);
            g.drawLine(250, 5+i, 250, 30+i);
            g.drawLine(250, 170+i, 250, 195+i);
            g.drawLine(330, 30+i, 310, 50+i);
            g.drawLine(170, 30+i, 190, 50+i);
            g.drawLine(310, 150+i, 330, 170+i);
            g.drawLine(190, 150+i, 170, 170+i);
            g.drawLine(330, 30+i, 310, 50+i);
            g.drawLine(170, 30+i, 190, 50+i);
            g.drawLine(145, 100+i, 175, 100+i);
            g.drawLine(330, 100+i, 360, 100+i);
        //awan
            g.setColor(Color.gray);
            g.fillOval(400-i, 40, 100-i, 50);
            g.fillOval(470-i, 25, 90-i, 40);
            g.fillOval(530-i, 40, 90-i, 35);
            g.fillOval(800-i, 80, 100-i, 50);
            g.fillOval(870-i, 65, 90-i, 40);
            g.fillOval(930-i, 80, 90-i, 35);
           
             g.fillOval(400+i, 40, 100+i, 50);
            g.fillOval(470+i, 25, 90+i, 40);
            g.fillOval(530+i, 40, 90+i, 35);
            g.fillOval(800+i, 80, 100+i, 50);
            g.fillOval(870+i, 65, 90+i, 40);
            g.fillOval(930+i, 80, 90+i, 35);
           
        //android
             g.setColor(Color.green);
        g.fillArc(80-i, 320, 70, 50, -180, -180);
        g.drawLine(80-i, 345, 149-i, 345);
        g.setColor(Color.black);
        g.fillOval(103-i, 330, 7, 7);
        g.fillOval(123-i, 330, 7, 7);
        g.setColor(Color.green);
        g.fillRect(80-i, 350, 70, 60);
        g.setColor(Color.green);
        g.fillRoundRect(65-i, 350, 10, 60, 10, 10);
        g.fillRoundRect(155-i, 350, 10, 60, 10, 10);
        g.fillRoundRect(97-i, 410, 10, 30, 10, 10);
        g.fillRoundRect(127-i, 410, 10, 30, 10, 10);
       
            g.drawLine(150-i, 310, 130-i, 330);
            g.drawLine(80-i, 310, 100-i, 330);
        //rumah
            g.setColor(Color.red);
            g.fillPolygon(x, y, 3);
            g.setColor(Color.orange);
            g.fillRect(400, 430, 250, 200);
            g.drawLine(610, 630, 650, 680);
            g.drawLine(445, 630, 405, 680);
            //pintu
            g.setColor(Color.black);
            g.fillRect(430, 500, 90, 130);
            //jendela
            g.drawLine(550, 550, 620, 550);
            g.drawLine(585, 500, 585, 600);
            g.drawRect(550, 500, 70, 100);
            //tangga
            g.drawLine(440, 637, 615, 637);
            g.drawLine(435, 643, 620, 643);
            g.drawLine(430, 650, 627, 650);
            g.drawLine(435, 643, 620, 643);
           
            try {
                Thread.sleep(50);
            } catch (InterruptedException ex) {
                Logger.getLogger(day10.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
            }
        }
   }
    public static void main(String[] args) {
        Frame f = new Frame("Gambar Pertama dengan script java");
        day10 cv = new day10();
        f.add(cv);
        f.setSize(900, 900);
        f.setVisible(true);
    }
}
sekian postingan dari saya semoga bermanfaat , bila anda males untuk menyalin
bisa download disini :
http://www.mediafire.com/?0jlb2lb2kym2ksg

Wednesday, October 17, 2012

0 tahukan anda asal dari kata java ?

Pada 1991, sekelompok insinyur Sun dipimpin oleh Patrick Naughton dan James
Gosling ingin merancang bahasa komputer untuk perangkat konsumer seperti cable
TV Box. Dikarenakan perangkat tersebut tidak memiliki banyak memori, bahasa
harus berukuran kecil dan mengandung kode yang liat. Juga karena manufakturmanufaktur
berbeda memilih processor yang berbeda pula, maka bahasa harus
bebas dari manufaktur manapun. Proyek diberi nama kode ”Green”.
Kebutuhan untuk fleksibilitas, kecil, liat dan kode yang netral terhadap platform
mengantar tim mempelajari implementasi Pascal yang pernah dicoba. Niklaus Wirth,
pencipta bahasa Pascal telah merancang bahasa portabel yang menghasilkan
intermediate code untuk mesin hipotesis. Mesin ini sering disebut dengan mesin
maya (virtual machine). Kode ini kemudian dapat digunakan di sembarang mesin
yang memiliki interpreter. Proyek Green menggunakan mesin maya untuk mengatasi
isu utama tentang netral terhadap arsitektur mesin.
Karena orang–orang di proyek Green berbasis C++ dan bukan Pascal maka
kebanyakan sintaks diambil dari C++, serta mengadopsi orientasi objek dan bukan
prosedural. Mulanya bahasa yang diciptakan diberi nama ”Oak” oleh James Gosling
yang mendapat inspirasi dari sebuah pohon yang berada pada seberang kantornya,
namun dikarenakan nama Oak sendiri merupakan nama bahasa pemrograman yang
telah ada sebelumnya, kemudian SUN menggantinya dengan JAVA. Nama JAVA
sendiri terinspirasi pada saat mereka sedang menikmati secangkir kopi di sebuah
kedai kopi yang kemudian dengan tidak sengaja salah satu dari mereka
menyebutkan kata JAVA yang mengandung arti asal bijih kopi. Akhirnya mereka
sepakat untuk memberikan nama bahasa pemrograman tersebut dengan nama Java.
 

Ikbal Achmad Fahreza Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates